(ABNA24.com) Koalisi internasional anti Daesh pimpinan Amerika Serikat hari Jumat (31/05) dalam laporannya mengakui sejak tahun 2014 hingga akhir April 2019, serangan koalisi ini di Irak dan Suriah telah menewaskan 1302 warga sipil.
Dilaporan sebelumnya yang dirilis bulan Maret, koalisi pimpinan Amerika ini mengakui telah membantai 1257 warga sipil di Suriah dan Irak.
Penyidikan lain menunjukkan lebih dari 7900 warga sipil di Irak dan Suriah tewas selama serangan udara koalisi pimpinan Amerika.
Amerika selama beberapa tahun terakhir berulang kali menarget warga sipil di Suriah dan Irak dengan dalih memerangi terorisme.
Koalisi AS ini sejak Agustus 2014 hingga akhir April 2019 melancarkan serangan udara ke Irak dan Suriah lebih dari 34 ribu kali.
Koalisi yang diklaim anti Daesh ini dibentuk di era kepemimpinan Barack Obama dengan dalih memerangi teroris di Irak dan Suriah.
Padahal berdasarkan laporan resmi, AS dan sekutu Barat serta Arabnya merupakan pembentuk dan sponsor utama finansial dan senjata teroris termasuk Daesh.
/129
1 Juni 2019 - 07:28
Kode berita: 945905
Koalisi internasional anti Daesh pimpinan Amerika Serikat hari Jumat (31/05) dalam laporannya mengakui sejak tahun 2014 hingga akhir April 2019, serangan koalisi ini di Irak dan Suriah telah menewaskan 1302 warga sipil.